ECO BALL PENCUCI AJAIB TANPA DITERJEN, RAMAH LINGKUNGAN. >> KUMPULBLOGGER
Showing posts with label Syair. Show all posts
Showing posts with label Syair. Show all posts

Thursday, November 24, 2011

TIADA YANG DILAHIRKAN TERUS BERILMU

Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahlul ilmi (orang-orang yang berilmu). Karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk bagi orang yang meminta dalil-dalilnya. Dan derajat setiap orang itu sesuai dengan kebaikannya (dalam masalah ilmu). Sedangkan orang-orang yang bodoh adalah musuh bagi ahlul ilmi. Dan sya'irnya Al-Imam Asy-Syafi'i:

تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِلُ

Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh. Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu). Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu.

PENTINGNYA BELAJAR SEJARAH

Bukanlah insan bukan juga alim, orang yang dirinya jahil sejarah. Siapa yang belajar dengan arif sejarah orang-orang terdahulu, sesungguhnya ia telah menambah umur-umur mereka kepada umurnya. Maka marilah kita lihat keadaan mereka, mengikuti petunjuk mereka, dan berjalan di atas langkah-langkah mereka. Berkata salah seorang penyair, Maka engkau telah memberitakan aku tentang kisah mereka, wahai Sa'ad.

Maka engkau menambah lagi kisah tersebut Aku semakin rindu dengan mereka Sehingga tambahkanlah cerita-cerita tersebut kepadaku, wahai Sa'ad (Uluwul Himmah). Berkata seorang penyair lainnya, Ulang-ulangilah cerita-cerita tentang mereka, wahai Hadi. Maka sesungguhnya cerita mereka semakin menerangi hati yang dalam keadaan gundah gulana ini (Uluwul Himmah)